Lebih dari Sekedar Tugas Tambahan

Menjadi Guru Piket mungkin sering dipandang sebagai sekedar jadwal tambahan atau formalitas rutin. Namun, bagi kami di SMAN 1 Pulau Tiga Barat, peran ini jauh lebih substansial. Di tengah tantangan geografis dan dinamika siswa yang unik, Guru Piket bukan hanya bertugas cek kehadiran siswa di pagi hari, melainkan pilar utama yang menjaga denyut kedisiplinan dan ketertiban harian sekolah.
Momen Kunci Pembentukan Karakter
Setiap pagi, Guru Piket adalah wajah pertama sekolah yang menyambut siswa. Ini bukan hanya tentang mencatat keterlambatan; ini adalah kesempatan emas untuk interaksi positif yang membentuk mood siswa sepanjang hari. Melihat raut wajah mereka, menyapa dengan ramah namun tegas, dan mengingatkan tentang seragam yang rapi adalah praktik nyata dalam mendidik tanggung jawab dan nilai-nilai dasar—sesuatu yang sering terlewatkan dalam kurikulum formal.
Di SMAN 1 Pulau Tiga Barat, peran ini juga menjadi semacam "termometer" sekolah. Kami adalah pihak pertama yang mendeteksi ketidakberesan, baik itu siswa yang sakit, konflik kecil, atau bahkan masalah kehadiran guru lain. Dengan cepat tanggap, kami memastikan proses belajar mengajar (PBM) tetap berjalan efektif dan tanpa hambatan berarti.
Tantangan Unik di Pulau Tiga Barat
Tentu, menjadi Guru Piket di sini memiliki tantangan tersendiri. Sebagai sekolah di kawasan pulau, kedisiplinan siswa seringkali dipengaruhi oleh faktor jarak tempuh dan kondisi cuaca. Di sinilah peran Guru Piket menjadi krusial sebagai penghubung antara sekolah dan wali murid. Kami harus mampu bersikap fleksibel namun konsisten, memahami konteks siswa tanpa mengorbankan aturan yang berlaku.
Selain itu kami juga mencatat kejadian, membuat laporan harian, hingga berkoordinasi dengan wali kelas dan kesiswaan adalah rangkaian tugas administratif yang memastikan data kedisiplinan tersusun rapi. Data ini, pada gilirannya, menjadi bahan evaluasi penting bagi manajemen sekolah.
Apresiasi dan Rekomendasi
Pada akhirnya, peran Guru Piket di SMAN 1 Pulau Tiga Barat harus diakui sebagai garda terdepan yang berperan vital dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Ini adalah dedikasi ekstra, waktu yang dikorbankan, dan kesabaran tanpa batas.
Harapannya ke depan, peran Guru Piket semakin diperkuat—bukan hanya melalui insentif, tetapi juga melalui pelatihan khusus tentang manajemen konflik dan komunikasi efektif. Sebab, kunci keberhasilan SMAN 1 Pulau Tiga Barat dalam mencetak generasi berkarakter terletak pada konsistensi dan ketegasan lembut dari mereka yang setia berdiri di gerbang setiap pagi menyambut kedatangan siswa dan siswi.
Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini